Leave Your Message
Tips untuk Menyambung Beton Lama dan Baru agar Terhubung dengan Kuat dan Monolitik | Conmix
Informasi

Tips untuk Menyambung Beton Lama dan Baru agar Terhubung dengan Kuat dan Monolitik | Conmix

2026-04-27

Salah satu tantangan paling umum dalam proyek renovasi, rehabilitasi, dan perluasan struktur adalah: Bagaimana cara memastikan bahwa beton baru benar-benar menyatu dengan beton yang sudah ada?

Kedengarannya sederhana, tetapi dalam praktiknya, ini adalah salah satu tugas yang paling sering salah ditangani di lokasi konstruksi. Hanya dengan membuat beton baru "menempel" pada permukaan beton lama saja tidak cukup—keduanya harus terikat secara struktural dan berfungsi sebagai satu elemen monolitik.

Jika ikatan ini gagal, retakan pasti akan muncul di sepanjang garis sambungan. Dan itu berarti perbaikan yang mahal, pemborosan tenaga kerja, dan penundaan proyek.

Mengapa Beton Lama dan Beton Baru Sulit Disatukan?

Sebelum membahas solusi, penting untuk memahami tantangannya terlebih dahulu.

Beton yang sudah ada telah menyelesaikan proses hidrasi dan pengerasannya. Permukaannya biasanya halus dan mungkin terkontaminasi oleh debu, minyak, lapisan semen, atau zat lain yang mencegah adhesi yang tepat. Beton tersebut tidak lagi memiliki kapasitas ikatan alami yang diperlukan untuk berintegrasi dengan beton segar.

Sementara itu, beton yang baru dipasang akan menyusut saat mengering. Penyusutan ini dapat menciptakan celah mikro pada antarmuka. Selain itu, perbedaan modulus elastisitas antara beton lama dan baru menyebabkan keduanya bereaksi berbeda terhadap beban, sehingga meningkatkan kemungkinan retak pada sambungan.

Menurut American Concrete Institute, kegagalan pada antarmuka beton lama dan baru (sambungan konstruksi) adalah salah satu penyebab utama kerusakan dini pada struktur beton yang diperbaiki.

Panduan Langkah demi Langkah untuk Merekatkan Beton Lama dan Baru

Langkah 1 – Siapkan Permukaan Beton yang Ada

Ini adalah langkah paling penting. Permukaan beton yang ada harus bersih, kasar, dan bebas dari kontaminan apa pun yang dapat mengganggu perekatan.

Persiapan yang Diperlukan:

  • Haluskan permukaan menggunakan sikat kawat baja, pahat, atau sandblasting hingga agregat kasar terlihat.
  • Singkirkan semua debu, minyak, cat, endapan semen, dan kotoran menggunakan semprotan air bertekanan tinggi.
  • Untuk permukaan yang terkontaminasi minyak, bersihkan terlebih dahulu dengan aseton.
  • Jika baja tulangan terpapar dan mengalami korosi, hilangkan karat dan aplikasikan penghambat korosi.
  • Basahi permukaan dengan air bersih kurang lebih 2 jam sebelum penempatan.
  • Permukaannya harus berada di Kondisi SSD (Keras Permukaan Jenuh)—lembab tetapi tanpa genangan air

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HKRMA-1 — Agen Anti-Korosi

Jika tulangan yang ada sudah mulai berkorosi, HKRMA-1 adalah solusi yang ideal. Bubuk abu-abu ini:

  • Meningkatkan kepadatan beton
  • Menghambat reaksi alkali-agregat
  • Meningkatkan ketahanan terhadap erosi sulfat
  • Meningkatkan kekuatan tekan hingga 25% pada 120 hari
  • Bisa melebihi Peningkatan kekuatan sebesar 60% setelah satu tahun.

Langkah 2 – Oleskan Bahan Perekat

Setelah permukaan beton lama bersih dan dalam kondisi SSD (Solid State Dry), langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan bahan perekat. Bahan ini bertindak sebagai jembatan perekat antara beton lama dan beton baru.

Ia menembus permukaan beton yang ada, mengisi pori-pori mikro, dan menciptakan lapisan transisi yang kuat, sehingga memungkinkan keduanya. ikatan kimia dan mekanik.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-JMJ — Agen Antarmuka Beton

Mortar kering satu komponen yang diformulasikan dengan teknologi mikrokristalin, dirancang khusus untuk merekatkan beton lama ke beton baru.

Aplikasi:

  • Campur dengan air dengan perbandingan 1:4–7
  • Oleskan menggunakan rol atau alat semprot mekanis.
  • Tuangkan beton baru selagi lapisan perekat masih aktif.

Spesifikasi Kinerja:

  • Kekuatan ikatan geser:
    • 7 hari: ≥1,0 MPa
    • 14 hari: ≥1,5 MPa
  • Kekuatan ikatan tarik:
    • ≥0,4–0,6 MPa dalam berbagai kondisi paparan
  • Kedap air:
    • Tidak ada kebocoran setelah 24 jam di bawah kolom air setinggi 50 cm.

Cocok untuk beton, dinding bata, blok aerasi, lantai, ruang bawah tanah, dan kolam renang.

Langkah 3 – Pilih Mortar atau Beton Perbaikan yang Tepat

Tidak semua beton atau mortar cocok untuk aplikasi perekat. Material perbaikan yang ideal harus menyediakan:

  • Kekuatan awal yang tinggi
  • Penyusutan rendah atau kompensasi penyusutan
  • Kompatibilitas yang sangat baik dengan beton yang sudah ada.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-JHW — Mortar Tahan Air Polimer

Keunggulan utama:

  • Daya rekat yang tinggi terhadap beton yang sudah ada.
  • Penyusutan pengeringan minimal
  • Ketahanan korosi yang sangat baik
  • Kinerja kompensasi penyusutan

Aplikasi:

  • Campur dengan air dengan perbandingan 1:5–7
  • Oleskan menggunakan sekop atau kuas berbulu kaku.
  • Gunakan di dalam 0,5–1 jam
  • Liputan: 7–8 kg/m² pada Ketebalan 8–10 mm

 

Langkah 4 – Gunakan Mortar Pengisi Celah untuk Sambungan Sempit

Untuk celah sempit, rongga, atau saluran prategang di mana beton konvensional tidak dapat menembus, mortar pengisi celah tanpa penyusutan adalah pilihan terbaik.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-GJL — Mortar Pengisi Celah

Fitur:

  • Tidak menyusut
  • Penyeimbangan otomatis
  • Kemampuan mengalir yang tinggi
  • Cocok bahkan untuk aplikasi bawah air.

Kekuatan Tekan:

  • 1 hari: ≥25 MPa
  • 3 hari: ≥40 MPa
  • 7 hari: ≥50 MPa
  • 28 hari: ≥60 MPa

Laju Ekspansi pada 27°C: 0,30–1,40%

Ideal untuk:

  • Baut jangkar
  • Bantalan jembatan
  • Fondasi mesin
  • Beton pracetak
  • Struktur bawah air

Langkah 5 – Mencegah Keretakan pada Sambungan

Sekalipun dengan perekatan yang tepat, area sambungan tetap rentan terhadap retak susut. Solusi terbaik adalah dengan menambahkan bahan tambahan anti-retak ke dalam beton baru.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-KF — Agen Kedap Air Anti Retak Serat Ekspansif

Mengandung serat polipropilena (6–9 mm) yang terdistribusi secara merata dan berfungsi sebagai penguat mikro.

Manfaat:

  • Mengurangi keretakan dini dengan 60–80%
  • Meningkatkan kinerja kedap air hingga Halaman 20
  • Meningkatkan ketahanan terhadap benturan dan abrasi hingga lebih dari 50%

Dosis yang Disarankan: 8–12% dari berat semen

Solusi Khusus untuk Berbagai Kondisi Sendi

Untuk Perbaikan Jalan dan Permukaan Horizontal

Permukaan horizontal mengalami beban lalu lintas yang berat, getaran, dan fluktuasi suhu.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-XB — Mortar Perbaikan Jalan Cepat

Performa Kekuatan:

  • 4 jam: ≥20 MPa
  • 28 hari: ≥30 MPa

Cukup tambahkan 13–15% airCampur hingga merata, dan area yang diperbaiki dapat dibuka kembali untuk lalu lintas dalam waktu singkat. 1 jam.

Untuk Lingkungan Basah atau Bawah Tanah

Ruang bawah tanah, terowongan, dan area lembap memerlukan sistem perekat kedap air.

Produk yang Direkomendasikan: CONMIX HK-DL — Sealing King

Bahan penyegel kedap air yang kaku yang dapat diaplikasikan bahkan dalam kondisi air mengalir.

Liputan:

  • Permukaan yang tidak tembus air: 2,0 kg/m²
  • Permukaan dengan permeabilitas tinggi: 3,0 kg/m²

Ideal untuk:

  • Penghentian kebocoran aktif
  • Penyegelan darurat
  • Praperawatan sebelum perbaikan struktural

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Menuangkan langsung ke permukaan yang kotor
  • Melewatkan penggunaan bahan perekat.
  • Mengaplikasikan pada permukaan yang terlalu kering atau terlalu basah
  • Menggunakan beton biasa untuk perbaikan
  • Mengabaikan proses penyembuhan (minimal 7 hari sangat penting)

Standar dan Referensi Internasional

  • ACI 318-19 — Persyaratan Kode Bangunan untuk Beton Struktural
  • ACI 546R-14 — Panduan Perbaikan Beton
  • ASTM C881 — Sistem Perekat Resin Epoksi untuk Beton
  • SNI 03-2847-2019 — Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan
  • Pada tahun 1504-4 — Sistem Perekat Struktural untuk Perbaikan Beton

Ringkasan Produk CONMIX untuk Perekat Beton

Tahapan Kerja

Fungsi

Produk CONMIX

Persiapan penguatan yang terkorosi

Perlindungan korosi & penguatan beton

HKRMA-1

Lapisan perekat

Agen antarmuka konkret

HK-JMJ

Mortar perbaikan utama

Mortar perbaikan polimer

HK-JHW

Celah sempit / saluran prategang

Mortar pengisi celah

HK-GJL

Pencegahan retak pada sambungan

Bahan tambahan anti-retak serat

HK-KF

Perbaikan jalan dan permukaan jalan

Mortar perbaikan cepat

HK-XB

Area basah / kebocoran aktif

Penyegelan dan kedap air

HK-DL

 

Kesimpulan

Menyambung beton lama dan baru bukanlah tugas yang bisa dilakukan begitu saja. Hal ini membutuhkan persiapan permukaan yang tepat, bahan perekat yang sesuai, material perbaikan berkualitas tinggi, dan teknik pemasangan yang benar. Ketika semua elemen ini bekerja bersama, mereka menciptakan ikatan yang kuat, tahan lama, dan benar-benar monolitik.

PT Far East Conmix Indonesia menawarkan rangkaian solusi lengkap untuk setiap tahap proses ini—mulai dari bahan perekat dan mortar perbaikan hingga bahan pengisi celah dan bahan tambahan anti retak.

Semua produk CONMIX diproduksi di bawah ISO 9001:2015 Dan ISO 14001:2015 standar tersebut telah berhasil digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur besar di Indonesia, termasuk Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung, proyek-proyek oleh Waskita Karya, dan pengembangan oleh Wijaya Karya.

Kualitas internasional, dukungan teknis lokal, dan harga yang kompetitif—itulah keunggulan CONMIX.